Showing posts with label Bisnis Properti. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Properti. Show all posts

Monday, 4 May 2009

Pengen Punya Bisnis Property? Rahasianya Cukup Sederhana yaitu..ACTION!!!

Perkenalkan nama saya : aryo diponegoro....
Sedikit akan sharing tentang bisnis properti. Seperti yang di copas oleh pemilik blog ini. Jelas gara2 mbah purdi yang suka nyebar virus FRANCHISE..alias nyontek...sedikit dirubah dalam hal kemasan...hehehhe selamat senyam senyum sendiri. Oke lets start ya.........

Sebagai orang yang bekerja di bidang properti khususnya developer dan property investment, sangat jarang saya mengemukakan petunjuk atau bocoran tentang bisnis properti. Sekarang sudah saatnya. Sudah saatnya berbagi dengan banyak rekan. Karena ternyata buku-buku yang terbit mengenai bisnis properti masih sedikit. Lebih banyak tabloid yang mengupas model, tipe dan aksesoris properti.Sedikitanya ada tiga alasan yang tidak dapat anda tolak untuk memasuki bisnis properti.
..
Alasan No. 1.
Pasti untung!Pernahkah anda bayangkan bisnis yang paling menguntungkan? Dalam teori manajemen keuangan terdapat istilah HIGH RISK HIGH GAIN. Tapi dalam bisnis properti, NO UNCONTROLLED RISK, HIGH GAIN. ....

Ada beberapa instrumen yang menentukan hal ini.
Harga tanah pasti meningkatDi dunia ini tidak ada harga yang turun kecuali hal-hal yang berkaitan dengan kondisi makro perekonomian. Tapi bisa dipastikan 99% bahwa harga tanah pasti meningkat. PBBnya saja meningkat hampir tiap tahun. Secara hitungan kasar saja, jika anda beli tanah terus dijual 1 tahun ke depan. Pasti untung! Itu hebatnya bisnis properti.

Manajemen yang sederhanaBisnis properti membutuhkan manajemen yang sederhana. Dalam developer misalnya, cukup bagian keuangan dan bagian legal. Dua bagian ini pokok dan vital bagi developer. Lha perencanaan, pemasaran dan konstruksi? Tidak harus diperlukan. Tidak harus ada. Karena konstruksi bisa kita serahkan ke Kontraktor. Pemasaran bisa kita percayakan kepada Agent Marketing. Perencanaan bisa kita undang konsultan. Hasilnya lebih lengkap, lebih pasti, biaya bersifat variable. Semakin sederhana manajemen yang ada, akan semakin menguntungkan dari sisi finansial dan pengelolaan.
Kemas properti sebagai investasiSalah satu meningkatkan pendapatan dalam properti adalah mengemas properti sebagai bagian dari investasi yang menguntungkan. Kemas dengan cara yang sama tentang harga tanah. Sajikan dalam bentuk perhitungan kredit pemilikan rumah (KPR) dan bandingkan dengan ekspektasi harga di masa mendatang.
Amankan bisnis dengan shadaqahTidak ada bisnis yang tidak berisiko. Tapi dalam bisnis properti semua resiko dapat dikontrol. Kecuali Force Majure. Tapi agama Islam punya cara yang unik dalam mengamankan bisnis, yakni shadaqah. Bisnis properti itu jual beli lahan milik Allah Swt. Sehingga shadaqahnya musti lebih besar. Di perusahaan properti yang saya ketahui, mereka menyisihkan sekitar 20-40% keuntungan untuk kegiatan sosial keagamaan. Anda berani lebih besar???
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” 2 Al Baqarah 261
Percayalah apa yang sudah digariskan oleh Allah, pasti akan terjadi.

Alasan No. 2.
Modal besar?

No Way!Jual beli tanah tentunya butuh modal besar. Eit siapa bilang. Developer yang pernah saya kenal dan developer ini cukup ternama di Jogja, Solo bahkan sampai Batam. Pada tahun 1999 mereka mengelola modal kurang dari 100juta. Dan dalam jangka waktu 8 tahun, aset mereka sebesar 25Milyar. Developer dimana saya bernaung, dengan modal awal 3 M, dalam jangka waktu 2 tahun, aset kami bersih sekitar 20M. Ada beberapa cara.

Negosiasikan pembayaran
Negosiasi pembayaran dapat berupa pembayaran tanah, kontraktor, konsultan dan apapun sehingga memperlambat kas keluar. Artinya harus mempercepat kas masuk. Artinya cukup dengan uang muka pembelian, entah bagaimana caranya kas masuk untuk menutupi kewajiban pambayaran berikutnya.
Contoh, modal anda 50juta. Anda beli tanah seluas 1000m2 dengan harga 60 juta. Negosiasikan pembayaran bertahap 6 bulan. Pembayaran pertama 10juta. Cadangkan 10 juta untuk pembayaran ke2. Siapkan tim perencana untuk merencanakan kawasan, biaya skitar 5 juta. Anggarkan biaya promosi sekitar 10juta. Anggarkan 7.5 juta untuk kegiatan operasional bulanan. Anggarkan 7.5 juta untuk legalitas lahan. Cukup 50 juta kan? Cukup 10 juta untuk beli lahan seharga 60 juta kan? Bayangkan jika uang muka anda 100juta, anda bisa mendapatkan lahan 600juta. Jika tanah sudah diolah atau dimatangkan, aset anda bisa menjadi 1.2 M!

Fantastis!


Promosikan kawasan dengan menjual resikoKawasan ada sudah siap. Promosikan dengan gencar dengan menjual resiko maksudnya adalah dikarenakan anda membutuhkan cash dengan cepat, jual harga rumah 20% lebih murah dari harga normal, tapi cash. Tapi jangan lupa menaikan harga jual jika sudah mencapai titik tertentu. Nah sekarang anda tahu tentang konsep mengemas properti sebagai investasi. Ini salah satunya.



Instrumen Kredit UsahaPada tahap awal, perbankan tidak akan mungkin melirik usaha anda. Atau jika usaha anda sudah cukup dikenal, tentunya anda akan mudah mendapatkan kredit konstruksi, salah satu alternatif pembiayaan developer. Perlu anda ketahui, developer (baru) tidak mudah mendapatkan kredit investasi, tapi kredit modal kerja konstruksi. Sekarang bagaimana jika bank belum mau melirik usaha anda. Gunakan fasilitas KPR! Bagaimana caranya? Jadikan saudara, rekan kerja sebagai konsumen properti anda. Pembiayaan melalui KPR. Pencairan KPR akan anda terima. Kewajiban pengembalian KPR menjadi tanggung jawab usaha anda. Simple bukan. Anda sudah dipastikan mendapat kredit investasi.



Alasan No. 3.


Dapatkan Cash Flow yang besar!

Alasan ketiga ini jelas-jelas akan sulit untuk ditolak. Dengan properti kita bisa mengenerate cash flow yang besar. Prinsipnya percepat uang masuk, perlambat uang keluar. Eit jangan melulu jual cash… Gunakan instrumen KPR.
Instrumen KPRKPR saat ini memungkinkan KPR indent dimana konsumen dapat diikat dalam akad kredit meskipun bangunan belum selesai dibangun. Dan anda akan menerima pencairan awal sebesar 40%. Jika uang muka sebesar 20%, berarti anda menerima uang muka 60%. Ingat negosiasi pembayaran? Jangan-jangan modal anda sudah kembali?
Padahal untuk membangun rumah, mungkin anda hanya akan mengeluarkan sekitar 40%. Dan mengeluarkan sekitar 10% lagi untuk pematangan lahan, prasarana dan sarana. Sisa 10%nya? Bisa untuk membayar tanah. Pada bulan ke 4 dengan asumsi pembangunan selesai, maka anda akan menerima 60%. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan 4 bulan masa pembangunan? Yang penting jaga target penjualan.



Lahan baru, ladang uang baruBagaimana dengan 60% sisa pencairan KPR? Cadangkan untuk membeli lahan baru. Jadikan sebagai ladang uang baru. Saya jamin anda akan kaya raya!
Sekali lagi saya bilang, resiko dalam properti pasti ada. Namun resiko dalam properti harus dapat dikontrol. Ada beberapa tips yang secara gamblang saya tulis tanpa harus disertai keteranganTentukan target keuntungan bersihTentukan batasan resiko kerugianTarget pemasaran minimal harus tercapaiTekan fixed cost, perbesar variable costMonitoring arus kas dan rugi labaCut Loss pada saat menyentuh batasan resiko kerugianTuangkan perjanjian bisnis dalam hitam di atas putih

Jadi anda tertarik masuk properti? Kapan?




Sumber : Persis seperti jiplakannya.
Ayo, Bisnis Properti! ( aryo diponegoro ) Cirebon, 08/09/2007

READ MORE - Pengen Punya Bisnis Property? Rahasianya Cukup Sederhana yaitu..ACTION!!!

Saturday, 2 May 2009

Slowly But Sumali....


Hehehhe.. malem itu 1 Mei 2009, tepat jam 8 an, saya tiba di class. Rumah Makan Tempo Doeloe.

Salaman dengan beberapa temen, ambil duduk paling belakang dekat pintu masuk. Mas Ardian (juragan komputer dari Salatiga) - DENKA sedang memberikan tip en trik berbisnis property. dengan gaya yang bersemangat. Mantab, en penuh dengan teori-teori. Praktis, kita terbawa oleh kata-kata beliau. Intinya bisnis property paling menjanjikan.

Heheheh..dalam hati saya, kata pak purdi yang namanya janji adalah HUTANG...... So, kalau bisnis property berarti kita harus berani berhutang karena sering menjanjikan...hahahaha...
Satu jam lebih ngikuti mas ardian sharing ke kita. Des...waktu time out telah tiba.....

Saya ambil teh dengan sedikit gula, kue pastel en lemper isi abon.
Terasa mulut ini seperti di guyur air hujan, mak cessss....
Soalnya hari ini baru sakit sariawan...jadi harus sering banyak minum. Kering kerontang.

Oke, mas andi (bri) membuka lagi class. Kali ini yang akan lebih banyak bicara di depan adalah pakar property, meski orangnya low profile en sedikit nyleneh penampilan. Kaos oblong kluwus celana jean, en sepatu kulit tanpa kaos kaki.
Maju kedepan dengan santainya...mesam mesem.
Dia bilang : "Saya cuma akan bercerita 2 saja dari 3 cerita yang saya punya"
Semuanya mengenai property. Dari 3 judul cerita yang akan saya sebut nanti silakan dipilih dua saja..." sambil masih mesam mesem lagi.

Namanya Sumali, entah darimana asal orang ini. Yang saya tau, sedari saya datang dia orang sudah nongkrong di atas kursi belakang, sambil udad udud. Sewaktu mas ardian ngisi sharingnya, pak sumali ini juga terlihat selalu cengangas cengenges saja...

Lanjut...
Slowly but surely...akhirnya saya ganti dengan Slowly but Sumali...lebih cocok slogan ini dipake pak sumali hehehehe...

Pertama dia cerita, beli tanah dengan angsuran 300jt/bln, selama 5x, tapi di bulan pertama sudah dapet 600jt. Artinya di bulan pertama sudah untung 300jt. wow...
Nah dari 300jt ini dia belikan lagi tanah, dengan DP 36jt...selama 4-5bulan untung 100jt.
Trus beli tanah angker (sebelah kuburan) dengan untung 25jt/bln selama 15th. Dia bilang punya deposito tanpa buka rekening.

Dan kalau diceritakan disini kelihatannya sangat panjaaaaaang en lama.
Lucunya, dia cerita di depan sambil nglepus udud (rokok), korek apinya nggak modal lagi.
Satu hal yang saya suka, dia bilang kalau kita jujur dan peduli maka berlonggarlah...
Longgar kepada semua yang membutuhkan. Dengan contoh, pak sumali ini menjual 70 rumah kepada pembeli perumahannya dengan tanpa syarat. kecuali KTP saja. Edan ki...
Tapi, dia sudah bisa ngitung keuntungan tiap bulan 25jt selama 15th.

Terus terang kalau selesai kelas tadi kita teruskan, kita kasian yang punya rumah makan bakalan ngantuk di siang hari, alias bisa2 besoknya gak jualan, karena masih ngantuk nungguin kita ngobrol ngalor ngidul.
Termasuk yang mencet ini juga sudah kriyap-kriyip. So pasti nguantuk e poool.

bersambung.....mungkin to be continued.
READ MORE - Slowly But Sumali....

Sunday, 22 March 2009

Bisnis Property

Ada juga orang yang mau mbagi-mbagi ilmunya seputar bisnis property. Berikut ini, mungkin bikin anda ketagihan mem-browsing or surfing bisnisan property. Soale akan di bahas tuntas oleh beliau-beliau yang sudah pakar property.
Tapi ini sekedar referensi saja lho...
....
1. Ayo Bisnis Property!
2. Tip en Trik
3. Central Property
4. Iklan Property
5. Consultant Property

Oke, yang penting kalo udah faham tentang bisnis property ini maka, jangan harap untuk berhenti berinvestasi...hihihihi...mantabz.
READ MORE - Bisnis Property